Jika dunia sudah berhenti percaya , bukankah masih ada harapan dengan Tuhan ? Bukankah disini akan ada pembuktian bahwa sejauh mana kita mempercayai Tuhan , tak perlu menyalahkan orang lain untuk sebuah kesalahan , tak perlu juga melakukan pembodohan diri dengan ketakukan yang belum tentu menakutkan.
Boleh saja jika orang lain membuat mu marah dan terluka , tapi jika tanpa seizin hati dan logika , mereka tak akan mampu melakukan nya. Ingat , bukan mereka yang membuatmu hancur , jika kamu hancur itu karena kamu lah yang mengizinkan nya untuk hancur.
Apa yang di takutkan lagi wahai hati dan logika ? Bukan kah masa lalu sudah berakhir dan masa depan belum tentu di temui. Itu hanya bayangan hitam dan kamu tak mampu meninggalkan nya ataupun berdiri sejajar di hadapan nya , yang bisa kamu lakukan hanya membiarkan dia sebagai bayanganmu dan menerima dengan semua pengharapan yang lebih baik , semua hanya soal waktu bukan ????
Begitu akuh aku di hadapanmu bahwa hati ini tak akan pernah bisa kamu rapuhkan dengan cinta , bahkan aku berkali kali mencoba memubat sebuah tembok pelindung. Tapi , ternyata aku hanya manusia biasa sayang , aku tak setangguh itu. AKu terpesona dengan sosokmu yang begitu berkarakter yang terlihat berbeda dari wanita lain. Kamu bahkan dengan mudahnya membuatku kagum dengan berbagai kelebihanmu.
Aku kalah telak , prinsip hidup yang selama ini ku bangun bahkan ku lupakan begitu saja. Saran dari siapapun dengan mudahnya ku abaikan , aku pikir dunia ini hanya tentang dirimu. Bahkan kamu tahu , aku rela berbohong agar kamu tetap menjadi yang terbaik di mata teman - teman ku dan keluargaku . Tapi sayangnya selama itu aku tak paham kalau kamu ini sedang mempermainkan hatiku .
Dari awal seharusnya aku paham , semua nya akan berubah , termasuk juga sifatmu . Aku mulai melakukan sesuatu yang tidak masuk akal , aku berkali kali memaklumi kesalahanmu dan menganggap semua itu wajar saja. Bahkan sebenarnya saat itu logika ku tahu , hati ini sedang sakit , sedang rapuh , tapi kenapa tak berhenti saja ? Iyah , pada saat itu aku sangat takut kehilanganmu , aku lakukan apa pun yang kamu inginkan , tak masalah jika kamu tak lagi memperhatikan ku , asal hubungan kita tak pernah ada kata " PUTUS ".
Bahkan kamu tak pernah tahu , berapa kali kamu buat aku meneteskan air mata karena sikapmu ? Kamu tak pernah sadar sayang , karena kamu tak pernah ada untukku. Mati - matian aku memperjuangkan hubungan kita , tapi bagaimana dengan dirimu ? Bahkan sampai titik dimana rapuhnya aku , kamu masih saja tidak peduli.
Semakin lama komitmen ini kujalani , semakin dalam raasaku padamu maka semakin rusaklah hatiku ini bagaikan komponen yang hangus terbakar saat tenaga dan pikiranku sudah terkuras untukmu. Aku benar - benar tak memiliki daya , bahkan hanya untuk mengangkat diri sendiri .
Tapi sayang , kamu tahukan sebelum aku mengenal kamu , lelaki seperti apa aku ini ? Kamu tentunya sudah paham kan , aku bukanlah lelaki yang mudah kamu hancurkan begitu saja. Aku bukan lelaki yang bisa kau bentuk semau otakmu. Meskipun aku tak memiliki daya , aku masih memiliki logika , meskipun hatiku sudah rusak olehmu tapi logika ku ini masih normal sayang . Aku masih mampu menata hatiku hingga akhirnya keputusanku tepat untuk pergi meninggalkanmu .
Kamu paham kan sekarang , setiap manusia memiliki titik jenuhnya , kamu tahu juga kan setenang tenang air , jika ombaknya sudah menghantam , maka akan tamat juga. Aku tak akan membencimu , ini justru menjadi pelajaran untuk ku . Apapun yang terjadi , kamu sedang menguntungkanku , meski dengan cara menghantamku berkali - kali hingga pada akhirnya aku lah yang tangguh .
Kamu , membuatku sadar bagaimana cara menghargai diriku sendiri , yang dulu pernah kamu perlakukan sesuka hatimu . Kamu membuatku mampu mengambil sikap meskipun harus ada harga yang di bayarkan. Aku tak menyangka , ternyata mudah saja melupakanmu , tak seperti pemikiranku sebelumnya. Mungkin benar kata orang jaman dahulu , sesungguhnya ketakutan terbesar kita adalah pemikiran kita sendiri. Kini , kehidupanku kembali normal dan berkat kamu juga , aku menemukan seseorang yang benar - benar menyayangiku yang tak pernah kusadari keberadaannya , semenjak bersama dirimu.
Sayang , tahukah kamu , wanita ini ternyata sudah sejak lama menyayangiku , aku bahkan mengabaikannya dan lebih memilih dengan orang seperti dirimu. Mungkin ini kesalahan fatalku , aku di biarkan masuk di kehidupanmu agar aku tahu bagaimana caranya menghargai seseorang yang menyayangi kita . Mungkin , kalau saja aku tak pernah bertemu dirimu , aku tak akan pernah tahu caranya menghargai wanita yang begitu mencintaiku ini , mungkin saja aku masih sama angkuhnya seperti dulu.
Kini , aku sudah mulai bisa berdamai dengan masa laluku sayang . Impian ku yang sempat di hancurkan karena masalah hati , kini bisa ku tata ulang. Karierku semakin cemerlang , seseorang yang benar - benar baik yang dulu sempat ku sia - siakan kini masih tetap bersamaku.
Kamu tetaplah sakit yang harus ku peluk dan kubiarkan waktu menjadi pengobatnya . Jika kamu berpikir bahwa saat ini aku sedang terpuruk karenamu , kamu salah beasr karena ternyata kamu tak sehebat itu sayang . !!!!

0 komentar:
Post a Comment